BANDA ACEH Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Besar bekerja sama dengan Prodi Komunikasi Fisip Unsyiah menggelar launching dan nonton bareng film pendek Suap, di Aula Lantai 3 Gedung Fisip, Kamis, 16 Maret 2017.
Kasatlantas Polres Aceh Besar Iptu Sandy Tiitah Nugraha sebagai penulis skrip dan sutradara mengatakan, konsep film ini mengambil kisah terjadi di dunia nyata terutama mengenai suap yang saat ini sangat marak. Bagaimana caranya kita tidak usah lagi alergi dengan kata suap, tetapi sama-sama mencegah agar suap ini tidak terjadi lagi, katanya.
Sandy Tiitah menyebut dalam film tersebut terdapat banyak pesan moral, sehingga dinilai penting untuk ditonton masyarakat luas. Pesan moral disampaikan melalui film tersebut, pertama, masyarakat jangan pernah mencoba menyuap petugas polisi yang sedang bertugas. Kedua, pesan moral kepada seluruh personel kepolisian agar bertugas menggunakan hati nurani, tidak terlibat suap.
Ketiga, kita sebagai manusia tidak luput dari kesalahan. Ketika kita sudah mengambil milik orang lain dan kita menyadari itu salah, segeralah kita kembalikan, ujar Sandy Tiitah.
Sandy Tiitah melanjutkan, film itu mengangkat pengalaman personel Satlantas Polres Aceh Besar Aipda Salahuddin saat menilang Ramli, seorang pemulung yang mengendarai sepeda motor tetangganya. Peristiwa itu sebelum tsunami melanda Aceh tahun 2004 silam. Belakangan diketahui, Ramli dan putrinya, Nayla yang masih usia sekolah dasar, meninggal dunia akibat tsunami.