ISTANBUL – Hubungan turki dengan negar- negar di Eropa makin memanas, hal itu diperparah dengan pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang mengatakan bahwa, “semangat fasisme sedang merajalela” di Eropa. Tak sampai di situ Erdogan juga mengancam untuk membatalkan perjanjian migran tahun lalu dengan Uni Eropa.
Kemarahan Erdogan memuncak setelah dua anggota penting Uni Eropa, Jerman dan Belanda, mencegah para pejabat Turki untuk mengadakan rapat-rapat umum bagi imigran Turki yang tinggal dan bekerja di Eropa. Rapat-rapat umum itu adalah untuk membangun dukungan bagi referendum konstitusi bulan depan di Turki yang akan sangat memperluas kekuasaan presiden.
Erdogan mengatakan, Turki mungkin keluar dari kesepakatan tahun lalu dengan Uni Eropa, yang mengatakan Turki akan menerima kembali imigran dan pengungsi yang masuk ke Eropa lewat Yunani, kemudahan perjalanan bebas visa bagi warga Turki ke Eropa dan janji untuk mempercepat laju pembicaraan panjang atas upaya Turki untuk bergabung kedalam Uni Eropa. Yunani adalah pintu masuk utama ke Eropa bagi para pengungsi Suriah dan negara-negara lain di Timur Tengah.