BANDA ACEH Ada pemandangan tidak biasa di Pantai Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa, 14 Maret 2017, pagi tadi. Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah…
BANDA ACEH Ada pemandangan tidak biasa di Pantai Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa, 14 Maret 2017, pagi tadi. Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah akrab disapa Doto Zaini, bergabung bersama nelayan untuk mengikuti prosesi tarek pukat.
Sebagaimana diketahui, tarek pukat adalah kegiatan rutin harian masyarakat nelayan di kawasan Gampong Jawa. “Sigoe teuk beh (sekali lagi ya),” ujar Doto Zaini sembari kembali menuju bibir pantai dan meraih bagian pukat untuk ditarik ke darat, dikutip dari siaran pers dikirim Humas Setda Aceh kepada portalsatu.com.
Meski cuaca lumayan panas, tetapi Doto Zaini terlihat sangat antusias berbaur bersama warga dan melakukan tarek pukat.
Usai tarek pukat, Doto Zaini didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Diauddin, dan Kepala Biro Humas Setda Aceh Mulyadi Nurdin, menyempatkan diri berdialog dengan salah seorang nelayan setempat, Pawang Surya.
Pawang Surya adalah Wakil Panglima Laot wilayah Krueng Aceh. Dalam dialog tersebut, Pawang Surya berharap agar Gubernur Zaini selaku Kepala Pemerintahan Aceh dapat membantu masyarakat nelayan di kawasan Gampong Jawa, berupa gilingan pukat dan balai nelayan.
Kami berharap Bapak Gubernur dapat memerhatikan kami dengan memberikan bantuan berupa gilingan pukat darat dua unit serta sebuah balai nelayan. Karena balai nelayan yang ada saat ini kondisinya sudah kurang layak untuk ditempati, ujar Pawang Surya.
Mendengar permintaan Pawang Surya, Gubernur Zaini langsung memerintahkan untuk membuat permohonan itu dalam bentuk proposal. Silakan buat dalam bentuk proposal. Insya Allah akan segera saya tanggapi, katanya.
Kegiatan Penas-KTNA XV
Tujuan utama kunjungan Gubernur Aceh bukanlah semata berbaur bersama warga untuk melakukan tarek pukat. Namun, untuk meninjau kesiapan lokasi tersebut menjadi bagian dari gelaran Penas KTNA XV. Untuk diketahui bersama, pantai Gampong Jawa merupakan salah satu lokasi kegiatan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan XV.
Persiapan saat ini sudah mencapai 50 persen. Kesuksesan Penas KTNA akan menjadi fokus saya. Oleh karena itu, sejak beberapa hari ini saya terus marathon ke sejumlah lokasi yang bakal menjadi bagian dari even tersebut. Tujuannya adalah untuk memantau dan memacu kesiapan masing-masing tempat untuk menerima kunjungan lebih dari 35 ribu tamu se-Indonesia dan Asia Tenggara, ujar Gubernur Zaini.
Gubernur menjelaskan, tradisi tarek pukat darat di Gampong Jawa ini merupakan salah satu atraksi yang akan dipertontonkan kepada para tamu Penas KTNA, sehingga menjadi pengetahuan bersama dan diketahui masyarakat nasional maupun internasional.
Ini akan menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Namun, tak hanya sekadar atraksi, tarek pukat juga memiliki potensi ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat nelayan. Hasil tangkapan dapat langsung dibeli oleh masyarakat atau dijual kepada agen di PPS Lampulo yang jaraknya sangat dekat dari sini, kata Doto Zaini.
Doto Zaini juga berjanji akan memberi perhatian kepada para nelayan di Gampong Jawa. Karena gampong ini merupakan Pelabuhan Perikanan Samudera. PPS Lampulo satu-satunya PPS di Indonesia yang dikelola pemerintah daerah. Sedangkan enam lainnya dikelola pemerintah pusat.
Gubernur menambahkan, program pengembangan perikanan Aceh tidak hanya di PPS Lampulo. Di perairan Sabang juga ada program budidaya ikan kakap putih lepas pantai atau off shore.
Semua akan kita tata dengan sebaik mungkin. Lampulo belum selesai seluruhnya sebagai Pelabuhan Perikanan Samudera. Oleh karena itu, pembangunan akan terus kita pacu. Jika memang dananya tidak cukup maka kita akan minta dukungan APBN. Namun, saat ini kita akan mengusahakannya di APBA Perubahan, pungkas Doto Zaini.[](rel)