BANDA ACEH – Zaini Abdullah menghela nafas panjang saat ditanya rencana yang akan ditempuh setelah masa jabatan sebagai Gubernur Aceh berakhir. Dia terlihat diam sejenak sebelum akhirnya mengungkapkan keinginannya jika tak lagi menjadi orang nomor satu di Aceh nantinya.
“Aceh ini adalah tanah kelahiran saya,” katanya menjawab pertanyaan wartawan dalam silaturahmi yang dilaksanakan di Warung Kopi Rumoh Aceh, Jeulingke, Banda Aceh, Minggu, 12 Maret 2017.
Dia kemudian menceritakan apa yang telah dilakukan untuk Aceh sejak muda dulu. Zaini bahkan mengaku bersedia meninggalkan profesinya sebagai salah satu dokter di Aceh untuk ikut serta dalam menuntut keadilan bersama Hasan Tiro.
Menurutnya, Aceh yang sering dielu-elukan sebagai daerah modal di Indonesia sama sekali tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat. Bahkan, kata dia, penabalan sebagai daerah modal hanya menjadi lips service Jakarta untuk meninabobokan warga Aceh.
Padahal, Zaini mengungkapkan, banyak hal yang telah diberikan Aceh dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya seperti mengumpulkan uang untuk membeli pesawat yang kemudian menjadi cikal bakal Garuda Indonesia.
“Walaupun saudara tidak kena (tidak ikut menyumbangkan) tetapi nenek saudara kena membeli pesawat terbang. Banyak pahlawan Aceh mati syahid memperjuangkan daerah ini, ingat itu,” kata Zaini.