TERKINI
SPORT

‘The Light of Aceh’ Meriahkan Pameran ITB Berlin

BERLIN - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh untuk pertama sekali berkesempatan hadir pada pameran Internationale Tourisme Börse (ITB) Berlin. Ini salah satu…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 484×

BERLIN Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh untuk pertama sekali berkesempatan hadir pada pameran Internationale Tourisme Börse (ITB) Berlin. Ini salah satu pameran pariwisata terbesar di dunia yang berlangsung pada 8-12 Maret di Gedung Messe Berlin, Jerman.

Diikuti lebih 187 negara, diliput ribuan jurnalis lokal dan internasional, dihadiri lebih 120.000 pengunjung, baik pembeli maupun penjual (seller/buyer) menjadi moment penting memperkenalkan Aceh, khususnya potensi wisata Aceh di mata masyarakat Eropa dengan berbagai keunikan dan diferensiasi alam dan budaya Aceh.

Wakil Ketua II DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan sebagai Koordinator Komisi VII DPR Aceh Bidang Kebudayaan dan Pariwisata mengatakan, kunjungan wisatawan dari beberapa negara Eropa ke Aceh terus meningkat, seperti Jerman, Perancis, Inggris dan Norwegia.

Hal ini tidak terlepas semakin baiknya pencitraan industri pariwisata Aceh secara nasional dan internasional melalui branding wisata Aceh terbaru “Cahaya Aceh” atau “The Light of Aceh” dan kebehasilan Aceh memenangkan Kompetisi Wisata Halal Internasional 2016 sebagai “Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia”.

“Bergabung bersama dengan Stand Kementerian Pariwisata Indonesia dengan branding “Wonderful Indonesia”, tim seni Aceh diwakili “Sanggar Tuha Delapan” berhasil menarik perhatian peserta Pameran ITB Berlin dengan menampilkan musik tradisi Aceh, yaitu “Keneubah Indatu” lewat tari Seudati, Uroeh Duk, Rapai Geleng dan Tarek Pukat,” kata Irwan Djohan yang juga sebagai Ketua Delegasi Aceh ke ITB Berlin 2017, dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com, 11 Maret 2017.

Rahmadhani, Kepala Bidang Pemasaran mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh yang ikut dalam delegasi Aceh ke ITB Berlin menyatakan, tim seni Aceh juga akan tampil pada hari ketiga pameran tersebut dengan menampilkan musik tradisi Aceh lainnya, yaitu “Piasan Gayo terdiri” dari Didong, Saman dan Gayo.

“Dalam rangka menyukseskan 50 tahun lahirnya kerja sama negara-negara ASEAN bertema “Visit ASEAN@50: Golden Celebration”, Tim Seni Aceh juga berkesempatan tampil pada hari keempat di stand Kamboja dengan menampilkan musik tradisi Aceh. Hal ini akan menjadi sebuah moment strategis lainnya dalam mempromosikan Aceh sebagai destinasi wisata wisata halal terbaik dunia dan menarik minat wisatawan ke Aceh melalui penampilan seni budaya Aceh yang bernafaskan Islam,” ujar Rahmadhani.

Selain promosi wisata Aceh melalui brosur, leaflet dan cenderamata dan penampilan video “The Light of Aceh” di layar monitor ITB Berlin, kopi Aceh juga menjadi daya tarik wisata lainnya selama pameran berlangsung bekerja sama dengan barista Kementerian Pariwisata RI.

Delegasi Aceh lainnya yang juga Direktur Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Center Unsyiah, Dr. Iskandarsyah Madjid menyebutkan, kopi Aceh sudah menjadi salah satu produk unggulan Aceh.

“Keikutsertaan Aceh pada event pameran berskala dunia perlu didukung, tidak hanya menghadirkan tim seni Aceh dan bahan-bahan promosi lainnya, tapi juga mempromosikan pariwisata Aceh melalui stand tersendiri dengan dekorasi yang unik berkarakteristik Aceh dalam rangka lebih memperkenalkan Aceh secara lebih dekat kepada wisatawan mancanegara, baik di Eropa, maupun di Timur Tengah. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan nasional mendukung kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun 2019,” kata Iskandar.

Pameran ITB Berlin dinilai menjadi salah satu media efektif dalam memperkenalkan kopi Aceh, tidak hanya sebagai produk kuliner wisata Aceh, tapi juga komoditas unggulan Aceh untuk tujuan ekspor di pasar dunia.[](rel)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar