TAPAKTUAN - Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Mardaleta M. Thaher menolak tudingan anggota DPRK Aceh Selatan Tgk. Adi Zulmawar yang menyebut dirinya mengabaikan keluhan masyarakat…
TAPAKTUAN – Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Mardaleta M. Thaher menolak tudingan anggota DPRK Aceh Selatan Tgk. Adi Zulmawar yang menyebut dirinya mengabaikan keluhan masyarakat Kecamatan Sawang terkait belum maksimalnya pelayanan kesehatan di Puskemas.
Memang benar Tgk. Adi Zulmawar ada menghubungi saya via telpon selulernya, tapi waktu itu kebetulan saya sedang mengikuti rapat sehingga tidak bisa melayani pembicaraan yang bersangkutan dalam waktu lama. Janji saya akan menghubungi kembalipun lupa karena faktor kesibukan terlalu padat, kata Mardaleta dihubungi wartawan di Tapaktuan, Rabu, 8 Maret 2017.
Menyangkut beberapa item pekerjaan di Puskesmas Sawang belum sempurna, menurut Mardaleta, segera diperbaiki kembali dalam waktu dekat ini.
Sebenarnya seperti pintu kamar mandi dan septic tank tersebut memang sudah terpasang sejak awal, tapi dibongkar kembali dalam rangka finishing. Namun semua itu kembali akan dipasang lagi dalam minggu ini sekaligus dengan perbaikan berbagai item pekerjaan lainnya yang masih belum sempurna, ujar Mardaleta.
Terkait arus listrik PLN, menurut Mardaleta, tidak benar belum terpasang. Kata dia, arus listrik ke fasilitas kesehatan itu sudah terpasang sejak awal. Itu mungkin sudah dibongkar kembali, sebab sejak awal fasilitas listrik PLN memang sudah terpasang. Tunggu dulu saya hubungi Kepala Puskesmas Sawang, saya pertanyakan terkait hal itu, ujar Mardaleta.
Sementara itu, kontraktor/rekanan pelaksana pembangunan Puskesmas Sawang dari CV Agung Jaya Prima, H. Ruslan mengaku pihaknya tidak mengetahui pekerjaan septic tank masuk dalam item pekerjaan lanjutan tahun 2016.
Saya tidak tahu jika septic tank tersebut masuk dalam item pekerjaan lanjutan tahun 2016. Mereka dari pihak Dinas Kesehatan pun tidak memberitahukan kepada kami. Tapi hal itu tidak masalah, item pekerjaan yang masih ada kekurangan nanti akan kami selesaikan kembali. Pada hari Jumat, 10 Maret 2017 mendatang, mari kita samasama turun ke Sawang untuk menyaksikan langsung item mana saja yang masih kurang agar bisa kami perbaiki kembali. Bagi kami hal itu bukan sebuah persoalan, tegas Ruslan.
Sebenarnya, kata Ruslan, jika dihitung-hitung secara terperinci, justru uangnya yang telah banyak habis dalam pembangunan Puskesmas Sawang tersebut. Sebab khusus terhadap item pekerjaan penimbunan dan pengecatan bangunan Puskesmas, kata dia, tidak masuk dalam RAB, tapi telah mereka kerjakan sesuai permintaan pihak Dinas Kesehatan karena telah memprogramkan akan memfungsikan secara langsung Puskesmas itu.
Untuk pekerjaan lanjutan pada tahun anggaran 2017 ini, justru sudah jatuh kepada orang lain bukan lagi kepada saya. Saya pun berencana akan bermusyawarah dengan rekanan yang baru ditunjuk untuk mengerjakan kelanjutan proyek tahun 2017 ini, apakah dia bersedia membayar uang pengganti terhadap tanah timbunan yang sudah saya kerjakan sebelumnya tersebut, ujar Ruslan.
Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRK Aceh Selatan Tgk. Adi Zulmawar meminta pihak Polres dan Kejari mengusut pembangunan Puskesmas Kecamatan Sawang.
Banyak item pekerjaan pada proyek yang telah menghabiskan anggaran mencapai Rp2,7 miliar lebih tersebut tidak memuaskan masyarakat karena diduga kuat dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis kontrak. Karena itu kami meminta kepada aparat penegak hukum segera mengusut kasus ini, kata Tgk. Adi Zulmawar. (Baca: Aneh bin Ajaib, Dewan: Usut Pembangunan Puskesmas Sawang)[]