SIGLI – Kabupaten Pidie terancam terlambat pencairan Anggaran Dana Gampong (ADG) 2017. Pasalnya hingga memasuki bulan Maret 2017, sebanyak 700 lebih gampong belum menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) ADG 2016 silam.
Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) 2017 dan penerapan aplikasi Sistim Keuangan Desa (Siskeudes) di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Kabupaten Pidie, Rabu 8 Maret 2017.
Kepala DPMG Kabupaten Pidie, Zulfikar Yakob, ditemui portalsatu.com seusai rapat, mengatakan, seharusnya bulan Maret ini sudah bisa dicairkan tahap pertama ADG yang jumlahnya 60 persen dari total anggaran. Namun, untuk pencairan itu harus terlebih dahulu gampong membuat LPJ tahun 2016. Sejauh ini baru kita terima dari 5 Gampong LPJ, yakni 4 Gampong di Kecamatan Padang Tiji dan 1 gampong di Kecamatan Sakti, terangnya.
Pihaknya terus melakukan koordinasi termasuk meminta kepada pihak kecamatan serta pendamping untuk segera membuat LPJ, sehingga proses pencairan tahun ini bisa segera dilakukan.
Dia juga menyebutkan penggunaan dana gampong harus benar benar tepat sasaran demi kepentingan masyarakat secara menyeluruh. Bahkan saat membuat perencanaanpun seluruh elemen masyarakat di libatkan dalam setiap musyawarah.