LHOKSEUMAWE - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lhokseumawe menyebutkan selama bulan Februari 2017, kota Lhokseumawe mengalami deflasi sebesar 0,79 persen. Penyebabnya karena adanya penurunan indeks pada…
LHOKSEUMAWE – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lhokseumawe menyebutkan selama bulan Februari 2017, kota Lhokseumawe mengalami deflasi sebesar 0,79 persen. Penyebabnya karena adanya penurunan indeks pada kelompok bahan makanan.
Kepala BPS Lhokseumawe, Mughlisuddin, mengatakan, untuk wilayah Kota Banda Aceh dan Meulaboh mengalami inflasi sebesar 0,19 persen dan 0,41 persen sedangkan Kota Lhokeumawe hingga akhir Februari laju inflasinya minus 0,54 persen. Secara nasional terjadi inflasi sebesar 0,23 persen.
Laju Inflasi tahun kalender Februari 2017 untuk Kota Lhokseumawe adalah minus 0,54 persen, Kota Banda Aceh 0,47 persen, Meulaboh 1,75 persen, dan Nasional 1,21 persen, kata Munghlisuddin kepada para wartawan, Rabu 1 Maret 2017.
Mughlisuddin menyebutkan untuk Inflasi year on year (Februari 2017 terhadap Februari 2016) untuk Kota Lhokseumawe sebesar 4,88 persen, Kota Banda Aceh 2,97 persen, Meulaboh 4,71 persen, dan Nasional 3,83 persen.
Dia menambahkan untuk komoditas utama yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi selama bulan Februari 2017 adalah ikan tongkol/ambu-ambu, cabai merah, daging ayam ras, tomat sayur, jeruk, dan beberapa komoditas lainnya.
Untuk komoditas yang menahan laju deflasi adalah, tarif listrik, beras, tarif pulsa ponsel, emas perhiasan, udang basah, dan beberapa komoditas lainnya, sebut Mughlisuddin.[]