TERKINI
EKBIS

Kendalikan Inflasi, Gubernur BI Apresiasi Pemerintah Aceh

BANDA ACEH – Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardojo, mengapresiasi berbagai inovasi dan kebijakan yang telah ditempuh Pemerintah Aceh melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 449×

BANDA ACEH – Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardojo, mengapresiasi berbagai inovasi dan kebijakan yang telah ditempuh Pemerintah Aceh melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Aceh. Langkah-langkah ini dinilai telah mampu mengendalikan inflasi tahunan (year on year) Aceh sebesar 3,95 persen.

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur BI dalam surat bernomor 19/I/GBI-DR3/Srt/B. Hal tersebut kemudian diteruskan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Ahmad Farid, kepada Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, di Pendopo Gubernur Aceh, Kamis, 2 Maret 2017 pagi.

“Sehubungan dengan pencapaian tersebut, izinkan kami menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerjasama Gubernur Aceh beserta seluruh jajaran Pemerintah Aceh dalam mengawal upaya pengendalian inflasi di Bumi Serambi Mekah ini,” ujar Agus Martowardojo.

Agus menambahkan, rendahnya inflasi Aceh ini mempengaruhi pencapaian tingkat inflasi nasional tahun 2016 yang rendah dan terkendali, yaitu sebesar 3,02 persen atau berada dalam rentang target inflasi nasional, yaitu 4 ± 1 persen.

“Tingkat inflasi yang terkendali di Aceh, tidak terlepas dari berbagai inovasi dan kebijakan yang ditempuh oleh TPID serta koordinasi yang makin solid antara Bank Indonesia, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh.”

Gubernur BI juga menjelaskan, pencapaian inflasi Aceh dipengaruhi oleh semakin baiknya upaya pengendaian inflasi yang dilakukan oleh TPID, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Dalam penjabarannya, Gubernur BI juga mengungkapkan, komoditas penyumbang utama inflasi di antaranya ikan tongkol, rokok kretek dan cabai merah, yang merupakan akibat dari tingginya curah hujan dan peningkatan gelombang laut, yang berpengaruh pada terganggunya produksi tanaman holtikutura serta menurunnya hasil tangkapan nelayan.

“Ke depan, tantangan pengendalian inflasi di daerah, khususnya di sektor pangan tidak mudah. Mulai naiknya harga minyak dunia dan harga komoditas serta dampak cuaca dan rencana kebijakan pemerintah pada sejumlah komoditas harga barang/jasa yang diatur pemerintah atau administered price akan menjadi sumber tekanan di tahun 2017,” kata Gubernur BI.

Namun, dengan koordinasi TPID yang kuat serta bertambahnya inovasi, Agus optimis sasaran inflasi sebesar 4 tahun 2017 yang sebesar 4 ± 1 persen dapat tercapai.

Dalam waktu dekat, Kelompok Kerja Nasional TPID akan meluncurkan website dan mobile aplikasi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) nasional. Website ini nantinya yang memuat informasi harga pangan harian sejumlah komoditas di pasar-pasar utama daerah dengan akurasi dan kekinian data yang sangat baik.

“Kami mengharapkan sumber informasi ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin guna mendukung upaya pengendalian harga di Aceh. Terima kasih atas dukungan. Sekali lagi, kami sangat mengharapkan konsistensi dan dukungan Gubernur Aceh yang telah berjalan baik selama ini dalam forum TPID,” kata Agus Martowardojo.[]

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar