BLANGPIDIE – Mengenakan singlet putih dan celana pendek, gadis kecil berkulit sawo matang itu tidur di kasur palembang. Tubuhnya melengkung, bersandar pada guling di balik punggungnya.
Gadis kecil itu bernama Nurmala. Ia menderita jantung bocor dan membutuhkan perawatan medis yang serius. Nurmala, gadis kecil asal Gampông Muka Blang, Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya. Hari-hari yang dilaluinya kini tak lagi sama seperti anak-anak seusianya.
Salah seorang warga setempat, Miswardi, menggambarkan tentang keinginan kuat gadis yatim itu untuk berobat. Namun, hal itu terkendala karena kondisi keuangan. Hal itu pula yang membuat ibunya selama ini hanya melakukan pengobatan tradisional pada Nurmala.
Memang untuk pengobatannya ditanggung BPJS. Namun, tetap saja memerlukan biaya tambahan untuk pasien rawat jalan, mulai dari ongkos ke Banda Aceh hingga biaya akomodasi lainnya. Niat itupun urung ketika uang pegangan tidak ada.
Ketua Blood for Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya Nasruddin Oos mengatakan, pihaknya memiliki rumah singgah di Banda Aceh yang bisa ditempati pasien dan keluarganya yang berasal dari keluarga kurang mampu. Rumah singgah itu berada di Jalan Pari No. 22 Lampriet Banda Aceh.
“Meskipun banyak keterbatasan, baik kamar maupun hal lain, tetapi banyak keluarga pasien sudah menempatinya,” katanya, Senin, 20 Februari 2017. Saat ini mereka sedang menggalang dana untuk Nurmala.
Gadis kecil yang lahir 12 tahun lalu itu sudah lama tidak sekolah karena kondisi fisiknya yang sering lemah. Saat dibawa ke Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (BLU RSUDTP) Aceh Barat Daya, disarankan agar pengobatannya dirujuk ke Banda Aceh atau Medan.