TEHERAN – Seorang wanita Iran divonis harus dibutakan salah satu matanya oleh hakim Pengadilan Tertinggi di negara itu. Wanita itu dihukum karena melakukan serangan cairan asam yang membuat korban mengalami kebutaan pada salah satu matanya.
Identitas wanita Iran yang dihukum mata ganti mata itu tidak diungkap oleh pengadilan. Dia dijatuhi hukuman atas tindakannya yang melemparkan cairan asam pada warga bernama Sima di Kota Deshdasht, dua tahun lalu.
Vonis dibutakan pada satu mata, pembayaran uang darah (kompensasi), dan penjara tujuh tahun telah dikonfirmasi oleh pengadilan tertinggi, kata Kepala Pengadilan, Majid Karami, seperti dikutip Reuters, Jumat (3/2/2017).
Para aktivis telah menyerukan keluarga korban untuk menolak penjatuhan hukuman untuk terdakwa. Salah satu aktivis, Iran Mohammad Surizad, mendesak keluarga korban untuk memberikan pengampunan kepada terdakwa.
Amnesty International juga menyerukan pada pemerintah Iran untuk membatalkan hukuman mata ganti mata.
Sejak Revolusi Islam pecah di Iran pada tahun 1979, hukum syariah telah diberlakukan dengan mengadopasi hukuman retribusi atau dikenal sebagai qisas.
Hukum seperti itu memungkinkan terdakwa menerima hukuman fisik setimpal dengan apa yang dialami korban. Tapi vonis bisa berubah jika korban atau keluarga memberi ampunan kepada terdakwa.
Kasus pengampunan dari korban pernah dialami seorang pria yang melakukan serangan asam terhadap seorang wanita enam tahun lalu. Korban diserang karena menolak lamaran pria tersebut. Tapi, pria itu selamat dari hukuman dibutakan oleh pengadilan setelah korban memaafkan terdakwa.[] Sumber: sindonews.com
NEWS
Hukum “Mata Ganti Mata”, Wanita Iran Dihukum Harus Dibutakan
TEHERAN - Seorang wanita Iran divonis harus dibutakan salah satu matanya oleh hakim Pengadilan Tertinggi di negara itu. Wanita itu dihukum karena melakukan serangan cairan…
Baca Juga
News
Erdogan Tuding Mossad Ikut Andil dalam Referendum Kurdi
6 Oktober 2017
Internasional
Tak Mau Kalah dari Korut, Iran Pamer Rudal yang Mampu Tempuh Jarak 2.000 Km
22 September 2017
News