TERKINI
NEWS

Pimpinan Partai Buruh Inggris: Saya Tidak Senang dengan Kunjungan Trump

LONDON - Pimpinan Partai Buruh, Jeremy Corbyn, menilai, Inggris harus mempertegas kemarahan atas larangan Muslim dari Presiden AS. Ia melihat, sangat salah jika Inggris menerima…

VIVA Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 553×

LONDON – Pimpinan Partai Buruh, Jeremy Corbyn, menilai, Inggris harus mempertegas kemarahan atas larangan Muslim dari Presiden AS. Ia melihat, sangat salah jika Inggris menerima Donald Trump sedangkan situasi yang terjadi masih terus bergejolak.

“Saya tidak senang dengan kedatangannya ke sini sampai larangan dicabut, jujur saja,” kata Corby saat diwawancarai ITV seperti dilansir Mirror, Ahad (29/1).

Dia berpendapat, Buckingham Palace tidak boleh terburu-buru untuk mengatur kunjungan Donald Trump, lantaran perlu mencari tahu apa niatannya dalam jangka panjang. Selain itu, perlu dipahami seberapa tinggi sistem parlementer AS dapat benar-benar melindungi dasar dari hak-hak fundamental dan hukum.

“Apakah tepat mendukung seseorang yang menggunakan bahasa misoginis mengerikan ini selama kampanye, serangan mengerikan terhadap umat Islam dan tentu ide tidak jelas untuk membangun dinding,” ujar Corbyn.

Dari Partai Konservatif, Nadhim Zahawi yang lahir di Irak merasa ia akan terjebak di dalam larangan AS, termasuk tidak bisa mengunjungi salah satu putranya yang tengah belajar di Priceton University dan saat ini dirawat di rumah sakit. Tapi, Suella Fernandez menilai, pembatalan kunjungan akan memalukan bagi Inggris.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Theresa May telah mengumumkan, kalau Presiden AS memang telah diundang dalam kunjungan kenegaraan ke Inggris, dan sudah direncanakan untuk bertemu Ratu Elizabeth. Hal itu diungkapkan May selama melakukan kunjungan ke AS pada Jum'at (27/1).[] Sumber: republika

VIVA
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar