LHOKSUKON – Banjir yang merendam sejumlah gampông di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara mulai surut, Kamis, 5 Januari 2017 pagi. Namun demikian, masih ada rumah warga yang terendam di Kemukiman Lhoksukon Teungoh akibat tidak adanya saluran buang sehingga air tertahan di irigasi.
“Di sini terdapat 63 kepala keluarga (KK) dengan 270 jiwa. Warga yang rumahnya rendah memilih mengungsi ke rumah kerabat. Di rumah saya saja ada enam KK yang mengungsi,” kata Geuchik Gampông Meuria LT, M. Yakob, kepada portalsatu.com.
Ia menyebutkan, 35 hektare area sawah di gampông-nya terendam, padahal padi baru ditanam beberapa hari lalu.
“Padi yang baru ditanam telah mati karena air merendam seluruh batang padi. Alhasil, petani gagal tanam. Banjir ini sudah jadi langganan kami, dalam setahun terkadang sampai tiga kali banjir. Mungkin jika kondisi tanggul bagus, banjir tidak akan datang lagi. Saat ini meski sudah surut, kemungkinan banjir susulan selalu ada,” ujarnya.