TERKINI
TAK BERKATEGORI

Komunitas KCI Merasa Takjub Melihat Keindahan Objek Wisata Aceh Selatan

TAPAKTUAN - Komunitas Captiva Indonesia (KCI), sebuah komunitas pengguna mobil Chevrolet, wilayah Sumut-Aceh merasa takjub melihat keindahan pesona alam sejumlah objek wisata di Kabupaten Aceh…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 1.4K×

TAPAKTUAN – Komunitas Captiva Indonesia (KCI), sebuah komunitas pengguna mobil Chevrolet, wilayah Sumut-Aceh merasa takjub melihat keindahan pesona alam sejumlah objek wisata di Kabupaten Aceh Selatan. Hal itu terungkap saat komunitas pencinta mobil Chevrolet merek Captiva asal Sumut-Aceh tersebut menggelar Touring ke Aceh Selatan selama dua hari, Minggu dan Senin, 11-12 Desember 2016.

“Kami dari Komunitas Captiva wilayah Sumatera Utara-Aceh sangat takjub melihat keindahan pesona alam objek wisata Aceh Selatan. Perasaan takjub kami terutama saat mengunjungi objek wisata Pulau Dua Bakongan, Air Terjun Air Dingin dan lokasi Tapak Tuan Tapa di pusat Kota Tapaktuan,” kata Om Lung salah seorang Touring asal Medan kepada wartawan di Tapaktuan Senin, 12 Desember 2016.

Pihaknya berjanji akan mempromosikan potensi wisata Aceh Selatan ke sejumlah teman-temannya di Medan khususnya kepada komunitas KCI baik yang ada di Sumut maupun di sejumlah wilayah lainnya di Indonesia bahkan di luar Negeri.

“Pesona alam di Aceh Selatan ini ternyata sangat indah, dalam kesempatan kunjungan pertama kali ini kami merasa sangat puas, karena pemandangan yang tidak pernah kami lihat ditempat lain ternyata ada di objek wisata Pulau Dua Bakongan seperti ratusan ribu burung Camar Laut pulang ke pulau tersebut di sore hari, pemandangan itu sangat indah kami nikmati sambil Snokling dan Diving di Laut,” ungkapnya.

Pihaknya, sambung Om Lung, mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK dan Tim Satgas SAR di bawah pimpinan Mayfendri atas sambutan yang luar biasa menyambut kedatangan mereka termasuk dukungan yang diberikan selama mereka mengunjungi sejumlah objek wisata di daerah tersebut.

Sementara itu, anggota KCI yang juga anggota DPRK Aceh Selatan, Hadi Surya menjelaskan, para peserta Touring Captiva yang menamakan diri mereka Badakers Brotherhood Medan-Aceh (badak sebutan mobil captiva-red) tersebut, selain berkesempatan mengunjungi sejumlah objek wisata juga di fasilitasi untuk menikmati berbagai kuliner khas Aceh Selatan, mulai dari ikan bakar, gulai rusa ambu-ambu, gulai limbek RM Abu Lamkuta Kota Fajar sampai Mie Lobster Damartutong bumbu Aceh.

“Karena terbatasnya waktu, kunjungan ke objek wisata hanya dilakukan di Pasir Putih Air Dingin, Helyped, Gunung Pelita, Naga Pondopo, Taman Pala Indah, Pulau Dua dan Tapak Tuan Tapa. Sementara untuk ke objek wisata tingkat tujuh air terjun tidak sempat lagi karena waktu sangat singkat” jelas Hadi Surya selaku tuan rumah touring badakers ini.

Hadi Surya mengatakan, kegiatan Touring KCI menggunakan 11 unit mobil Chevrolet merek Captiva beranggotakan 26 orang pria dan perempuan dewasa serta anak-anak tersebut selain untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama anggota juga sekaligus untuk mengunjungi tempat-tempat wisata dan kuliner khas Kota Naga (sebutan lain untuk Ibu Kota Aceh Selatan).

“Perjalanan makin terasa lengkap dan seru karena di dampingi langsung oleh Ketua beserta anggota Tim Satgas SAR Aceh Selatan saat anggota komunitas mengunjuni berbagai ODTW (Objek Destinasi Tujuan Wisata) Aceh Selatan termasuk Tapak Tuan Tapa sampai melakukan snokling ke Pulau Dua Bakongan,” ujar anggota Komisi B membidangi Pariwisata DPRK Aceh Selatan ini.

Selama melakukan kunjungan, kata Hadi, perjalanan tertib dan teratur karena menghargai pengguna jalan dan dimasing-masing mobil komunitas dilengkapi fasilitas komunikasi dengan radio lengkap, namun banyakya distinasi wisata di Aceh Selatan, waktu touring dua hari ini terasa singkat untuk mengunjungi semuanya.

Menurutnya, karena destinasi wisata Aceh Selatan masih dalam pembenahan, maka pengunjung sepatutnya harus didampingi oleh Tim Satgas SAR guna memberikan rasa aman dan nyaman agar terhindar dari ancaman korban jiwa pada objek wisata yang dinilai ekstrim.

“Untuk menghindari jatuhnya korban jiwa, kita berharap di setiap titik objek wisata seperti Tapak Tuan Tapa, Pasie Situmpuak, Pulau Dua Bakongan dan wisata bahari lainnya, harus ada anggota Tim  Satgas SAR yang siaga,”pungkas Hadi. []

Laporan Hendrik Meukek

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar