TERKINI
TAK BERKATEGORI

”Tulisan Wisata Mengandalkan Taste dari Penulisnya”

LANGSA - Pemimpin Umum media online portalsatu.com Ihan Nurdin mengatakan, siapa pun bisa membuat tulisan wisata atau kisah perjalanan. Tak mesti oleh mereka yang memiliki…

IRMANSYAH D GUCI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 386×

LANGSA – Pemimpin Umum media online portalsatu.com Ihan Nurdin mengatakan, siapa pun bisa membuat tulisan wisata atau kisah perjalanan. Tak mesti oleh mereka yang memiliki latar belakang sebagai pekerja di media arus utama.

Hal itu disampaikan Ihan Nurdin di workshop Jurnalistik Berbasis Budaya dan Wisata yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh di Hotel Harmoni Langsa, Sabtu, 3 Desember 2016.

“Kita bisa menjadi blogger dan bisa menuliskan kisah perjalanan kita ke berbagai tempat wisata sesuai dengan gaya kita sendiri,” katanya menjelaskan. “Bahkan saat ini banyak blogger yang melirik segmen ini sebagai sumber penghasilan mereka,” katanya menambahkan.

Dalam membuat tulisan wisata ini kata dia, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Misalnya soal pemilihan diksi dalam membuat judul agar menarik perhatian pembaca. Membuat tulisan wisata menurutnya juga memerlukan sentuhan khusus, sehingga berita yang disajikan tampak berbeda dengan straight news.

“Inti dari tulisan wisata adalah bagaimana lewat tulisan yang kita sajikan, membuat orang penasaran dan ingin pergi ke destinasi yang kita ceritakan, tak masalah jika tulisan yang kita buat cenderung provokatif. Kalau ada orang yang mengunjungi lokasi wisata tertentu setelah membaca tulisan kita, berarti kita berhasil,” katanya.

Aceh sendiri katanya memiliki ragam destinasi wisata yang sangat unik dan khas. Sebut saja seperti situs-situs tsunami yang hanya ada di Provinsi Aceh. Meski sudah banyak yang menuliskan tentang tempat-tempat menarik di Aceh, namun tak perlu khawatir kehabisan ide untuk menuliskannya dari sudut pandang yang berbeda.

“Cerita perjalanan ini memang sangat unik karena berkaitan dengan pengalaman seseorang ketika ia datang ke suatu lokasi. Jadi jangan ragu untuk menulis suatu lokasi meskipun sudah banyak yang menuliskan tentang itu. Tulisan wisata mengandalkan taste dari penulisnya,” katanya.

Kegiatan itu diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi mahasiswa di Kota Langsa. Di antaranya perwakilan organisasi  Komite Mahasiswa dan  Pemuda  Aceh (KMPA), BEM  IAIN Zawiyah Cot Kala, BEM Unsam, serta HMI Cabang Kota Langsa.

Pelatihan ini berlangsung selama dua hari pada Sabtu-Minggu, 3-4 Desember 2016.[]

IRMANSYAH D GUCI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar