BANDA ACEH – Mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid menilai, sosok Muzakir Manaf atau Mualem yang mengutamakan kepentingan agama dalam perbaikan akhlak bangsa patut diacungi jempol. Apalagi katanya, di saat krisis moral kebangsaan kian melanda Indonesia.
“Untuk itu Aceh yang dikenal dengan Serambi Mekkah serta sebagai pintu masuk penyebaran Islam di nusantara patut menjadi pilar pemersatu ini dengan kekhususannya,” kata Hidayat Nurwahid saat bertemu dengan Mualem di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Minggu, 20 November 2016.
Ia mencontohkan, saat banyak negara di dunia mengalami gejolak kemanusiaan, Mualem bersikap cerdas menampung pengungsi Rohingya yang beberapa waktu lalu terdampar di Aceh.
“Bayangkan saja di saat hampir semua negara menolak tapi pemimpin Aceh ini mengambil sikap yang mendapat simpati dari rakyat Indonesia dan negara-negara asing yang peduli terhadap kemanusian,” katanya.
Pada saat itu kata Hidayat, dirinya juga ikut mendukung dan mendesa rekan-rekannya di senayat serta pejabat di Jakarta untuk menyambut baik tindakan yang dilajukan Muzakir Manaf selaku Wakil Gubernur Aceh. “Alasan saya mendukung pada saat itu, dulu pada zaman Soeharto saja pemerintah menampung pengungsi Vietnam dalam jumlah ribuan orang toh tak jadi masalah.”