TERKINI
TAK BERKATEGORI

Pemerintah Lhokseumawe Dianggap Lalai Atasi DBD

LHOKSEUMAWE - Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lhokseumawe, Nasruddin, menilai Pemko Lhokseumawe gagal mengatasi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, hingga September 2016 jumlah penderita…

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 823×

LHOKSEUMAWE – Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lhokseumawe, Nasruddin, menilai Pemko Lhokseumawe gagal mengatasi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, hingga September 2016 jumlah penderita penyakit ini di Lhokseumawe masih cukup tinggi.

“Pemerintah Lhokseumawe jangan lalai dengan catur politik padahal masih begitu banyak hal yang harus dikerjakan dalam konteks sosial. Misalkan kasus DBD hingga saat ini telah mencapai 320 kasus dan dua di antaranya meninggal dunia. Ini merupakan bentuk kelalaian pemerintah setempat dalam menjaga lingkungan masyarakat,” kata Nasruddin kepada portalsatu.com, Rabu, 14 September 2016.

Nasruddin menambahkan, legislatif yang berfungsi sebagai pengawas wajib menegur jika ada dinas (eksekutif) yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Apalagi terkait dengan kasus kesehatan seperti itu.

“Mungkin karena tidak ada teguran keras dari DPRK sehingga kelalaian itu tetap saja terjadi atau mungkin mereka tidak berani menegurnya,” katanya.

Ia berharap kelalaian ini cukup hanya untuk kali ini saja. Ke depan semoga  tidak ada lagi kasus serupa yang terjadi di kota bekas petro dolar itu.

Untuk diketahui, jumlah kasus DBD di Kota Lhokseumawe pada tahun 2014 sebanyak 128 kasus, tahun 2015 sebanyak 115 kasus dan tahun 2016 ini hingga September sudah terdapat 320 kasus. Dua di antaranya meninggal dunia.[](ihn)

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar