BANDA ACEH - H. Adnan sang pelopor Polisi Meupep-pep menjelaskan alasannya kenapa mempergunakan bahasa Aceh dalam melakukan patroli keselamatan berlalulintas selama ini. "Pertama, di sikula-sikula…
BANDA ACEH – H. Adnan sang pelopor Polisi Meupep-pep menjelaskan alasannya kenapa mempergunakan bahasa Aceh dalam melakukan patroli keselamatan berlalulintas selama ini.
“Pertama, di sikula-sikula jinoe ka dipeuruno bahasa Indonesia mandum, lon yakin ke depan hana le bahasa Aceh. Bahkan jinoe komunikasi antar perorangan, untuk generasi muda hana le digunakan bahasa Aceh,” ujar H Adnan kepada portalsatu.com usai menerima piagam penghargaan dari Komite III DPD RI di salah satu warkop di Banda Aceh, Senin, 13 Juni 2016.
Menurutnya bahasa Aceh adalah bahasa suku yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh. Dia mengatakan semua suku bangsa membanggakan bahasa suku masing-masing daerahnya. Adnan bahkan mempertanyakan banyaknya generasi muda di Aceh yang melupakan bahasa “ibu” tersebut.
“Na perasaan male. Nyan, jadi dengon lon siarkan nyoe, ureung terpancing untuk berani kembali berbahasa Aceh. Sehingga han punah jih. Nyoe tanyoe man mandum han peduli le bahasa Aceh, yakin lon limong thon teuk atau sepuluh tahun lagi punah bahasa Aceh,” katanya.[](bna)