ACEH UTARA Polisi memburu pelaku pembunuhan Mariani, 46 tahun, warga Dusun Damar Bulan, Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Mayat Mariani ditemukan di kebun…
ACEH UTARA Polisi memburu pelaku pembunuhan Mariani, 46 tahun, warga Dusun Damar Bulan, Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Mayat Mariani ditemukan di kebun warga, Senin, 22 Maret 2016, pagi.
<!–StartFragment–>Diberitakan sebelumnya, <!–EndFragment–>mayat Mariani ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB oleh suaminya, Nurdin, 47 tahun. Pasangan suami istri tersebut merupakan warga Dusun Damar Bulan, Sawang.
Setelah portalsatu.com mengkonfirmasi kembali pihak Satreskrim Polres Lhokseumawe, disebutkan jasad Mariani ditemukan pertama kali oleh warga di area kebun di Dusun Blang Ranto, Desa Riseh Tunong. Mariani berstatus janda atau mantan istri Nurdin.
Awalnya mayat Mariani ditemukan oleh masyarakat di Dusun Blang Ranto kemudian diteruskan kepada Geuchik Desa Riseh Tunong. Dari geuchik baru disampaikan kepada Nurdin yang merupakan mantan suami korban, kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono melalui Kasat Reskrim AKP Yasir melalui telepon, Selasa, 23 Maret 2016.
Yasir menyebut hingga kini pihaknya terus memburu pelaku pembunuhan janda asal Kecamatan Sawang itu. Kita telah meminta keterangan warga dan mantan suaminya. Nantinya kita juga akan memanggil geuchik setempat untuk dimintai keterangan lebih lanjut, ujarnya.
Menurut Yasir, saat ini pihaknya juga telah mengamankan satu sepeda motor milik almarhumah Mariani yang ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan jasad korban itu.
Sementara itu, Kepala IGD Rumah Sakit Umum Cut Meutia Lhokseumawe, Safar kepada portalsatu.com, hari ini, menyebutkan, berdasarkan hasil visum korban mengalami luka tusuk di bagian punggung dengan lebar sekitar 6 cm, luka memar di bagian kepala depan sebelah kiri, luka memar bagian mulut diduga akibat benda tumpul serta bekas jeratan di leher.
Hasil visum, kita tidak menemukan tandatanda kekerasan seksual, kata Safar. Jasad Mariani telah dibawa pulang dari RSU Cut Meutia ke rumah duka di Kecamatan Sawang untuk dikebumikan.[]