Mansoer Pateda dalam bukunya Semantik Leksikal 2002) menyebutkan, kondom diambil dari nama penemunya,
Ada banyak bentuk geografi, seperti nama daerah atau negara, dan nama orang dilakapkan pada nama benda. Sebut saja misalnya terong belanda, kunci inggris, jeruk bali, kacang bogor, dan kondom. Banyak yang menduga banyak yang menduga, nama-nama benda tersebut punya relasi erat dengan nama daerah atau negara, dan nama orang yang disandangkan pada nama itu. Sebut saja di antaranya adalah kunci inggris dan kondom.
Dua benda itu cukup familiar. Kunci inggris, misalnya, tak asing lagi digunakan dalam ranah otomotif. Begitu pula dengan kondom, yang paling sering disebut ketika menyinggung ihwal seksual. Lantas, mengapa disebut kondom?
Mansoer Pateda dalam bukunya Semantik Leksikal 2002) menyebutkan, kondom diambil dari nama penemunya, Dr. Kondom di Jepang. Ada pula sumber yang menyebutkan, sang dokter bukan dari Jepang, melainkan seorang dokter asal Inggris yang bergelar Pangeran. Pada pertengahan tahun 1600, ia yang mula-mula mengenalkan corong untuk menutupi alat kelamin laki-laki untuk melindungi King Charles II dari penularan penyakit kelamin.
Ada pula pendapat yang menyebutkan, benda yang telah dikenal berabad silam itu, berasal dari sebuah kota bernama Condom yang terletak di Provinsi Gascony, sebelah barat daya Prancis. Katanya, Pria-pria dari Kota Condom ini terkenal dengan sifatnya yang menyukai seks, kurang sabar, dan gampang marah, kurang lebih seperti karakter tokoh Cyrano de Bergerac dalam drama karya sutradara Edmond Rostrands.[]