TERKINI
TAK BERKATEGORI

Partai Aceh Minta Dewan Investigasi Latarbelakang Penculikan Sekretaris ULP

BANDA ACEH - Partai Aceh menyesalkan tindakan tembak mati yang dilakukan polisi terhadap dua penculik Sekretaris Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Aceh, Kamal Bahri. Polisi…

MURDANI ABDULLAH Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 2.1K×

BANDA ACEH – Partai Aceh menyesalkan tindakan tembak mati yang dilakukan polisi terhadap dua penculik Sekretaris Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Aceh, Kamal Bahri. Polisi seharusnya bisa menangkap hidup-hidup atau melumpuhkan pelaku dalam penangkapan tersebut.

Demikian disampaikan Juru Bicara Partai Aceh, Suadi Sulaiman, kepada portalsatu.com, Rabu, 3 Februari 2016. 

Dia juga mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus penculikan yang melibatkan Barmawi dan Ismuharuddin tersebut. “Benar, terlepas dari kasus kriminal, keduanya anggota kita (PA) di Wilayah Pase,” ujar pria yang akrab disapa Adi Laweung ini.

Menurutnya tidak mungkin penculikan Sekretaris ULP dilakukan secara tiba-tiba. Dia menduga ada latarbelakang yang membuat Barmawi dan Ismuharuddin melakukan perbuatan kriminal tersebut.

“Pasti diawali dengan sebab. Istilah lain, tidak ada hujan jika tidak ada mendung,” katanya.

Adi Laweung juga meminta polisi untuk memeriksa korban penculikan, Kamal Bahri. Dia juga meminta Kamal untuk memberikan keterangan yang benar.

“Jangan sampai Kamal hanya bisa melakukan pembohongan publik atas insiden tersebut. Apalagi istri Barmawi pun sudah mulai buka mulut tentang insiden meninggal suaminya di ujung senapan,” katanya.

Di sisi lain, Jubir PA juga meminta DPRA untuk menginvestigasi insiden kontak tembak di Geurugok dan penculikan Kamal Bahri, yang diduga berawal dari penipuan tender proyek senilai Rp300 juta di ULP.

“Ini sangat berkaitan dengan kinerja oknum ULP Sekretariat Pemerintah Aceh yang melakukan “jual beli” proyek. Bila perlu dari hasil investigasi itu nantinya oknum tersebut harus dipecat dari pegawai, karena dengan bersahaja melakukan penyalahgunaan jabatan dan wewenang selama berposisi di ULP,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi terlibat baku tembak dengan beberapa penculik Kamal Bahri, Sekretaris ULP Setda Aceh di daerah Geurugok, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Senin, 1 Februari 2016. Dua penculik tewas di lokasi terkena timah panas petugas. 

Kedua tersangka kemudian diketahui bernama Barmawi dan Ismuharuddin yang belakangan diketahui sebagai mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Pase. Mereka juga tercatat sebagai anggota aktif Partai Aceh.

Selain itu, polisi turut menyita sejumlah barang bukti dan menyelamatkan korban penculikan, Kamal Bahri, yang disekap tersangka sejak Kamis, 28 Januari 2016. Adapun barang bukti yang disita dalam insiden ini adalah senjata jenis SS1 sebanyak 1 pucuk, magazen SS1 7 buah, amunisi SS1 184 butir, senjata jenis FN beserta magazen 1 pucuk, amunisi FN 11 butir, uang tunai Rp680 juta, hp blackberry 4 unit, dan mobil Avanza satu unit.

“Dari hasil penyelidikan oleh Tim dan informasi dari masyarakat masih ada beberapa orang yang masih kita buru. Namun identitasnya masih kita rahasiakan,” ujar Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidy, saat menggelar jumpa pers di Mapolda Aceh, Selasa, 2 Februari 2016.

Dia juga meminta kepada tersangka penculikan, penganiayaan, pemerasan dan memiliki senjata api tanpa izin untuk segera menyerahkan diri sebelum terlambat. “Karena tim kita masih di lapangan guna memburu para tersangka dikarenakan identitasnya sudah kita kantongi. Kami yakin dan percaya masyarakat sampai detik ini masih membantu pihak kepolisian untuk memberitahukan dimanapun mereka (penculik) itu berada,” kata Kapolda.[]

MURDANI ABDULLAH
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar