TERKINI
TAK BERKATEGORI

19 Ekor Induk Gajah Sumatera Mati Sepanjang 2014-2015

BANDA ACEH – Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Genman S. Hasibuan, S. Hut., MM, mengatakan terdapat 19 induk gajah yang mati di…

ISKANDAR NORMAN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 480×

BANDA ACEH – Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Genman S. Hasibuan, S. Hut., MM, mengatakan terdapat 19 induk gajah yang mati di Aceh rentang tahun 2014-2015. Angka kematian ini memerlukan langkah cepat agar satwa yang dilindungi tersebut tidak punah.

“Maka dari itu perlu dipikirkan bagaimana tentang gajah ini sebelum mati jangan sesudah mati. Selama ini, penyebab mati hewan satwa liar itu karena diracuni. Namun hingga saat ini belum tahu siapa yang meracuninya,” kata Genman usai diskusi di Grand Nanggroe Hotel Banda Aceh, Selasa, 26 Januari 2016.

Dia mengatakan habitat Gajah Sumatera ini hidup di kawasan Krueng Peusangan dan bukan di hutan. Sementara kewenangan habitat gajah ini tidak berada pada BKSDA Aceh. 

Genman mengatakan pihaknya hanya memegang mandat sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

“Mungkin di lapangan adanya konflik yang terjadi, dan di sinilah perlu bersinergi BKSDA dengan pihak lain karena kita tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.[](bna)

ISKANDAR NORMAN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar