TERKINI
TAK BERKATEGORI

Semangat di Tengah Kekurangan, Potret Pendidikan Anak di Gampong

Walaupun hanya berbekal ruangan tengah rumahnya dan tenaga pengajar yang hanya berjumlah tiga orang,

ADI GONDRONG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 542×

SIGLI – Berbicara tentang kemerataan pendidikan sepertinya menjadi topik yang selalu hangat untuk dibahas. Pasalnya hampir satu abad Indonesia merdeka, baik pendidikan maupun pembangunan selalu mengalami ketidakmerataan di negri ini.

Namun di tengah kasak-kusuk ketidakmerataan sistem selalu terdapat secercah cahaya harapan. Potensi itu selalu terlihat pada generasi muda yakni anak-anak.

Di sebuah gampong tepatnya Gampong Leupeum Mesjid, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, terdapat sebuah Taman Kanak-kanak Quran (TKQ) yang selalu ramai dengan suara anak yang haus akan ilmu pengetahuan. Walau hanya beralaskan lantai semen, anak-anak itu terlihat tekun memegang pensil dan menulis beberapa abjab di buku yang sudah lusuh.

Dari pekarangan kita sudah disuguhkan dengan pemandangan halaman yang dilapisi kerikil. Berbeda dengan TK di kota besar, halaman institusi pedidikan anak ini hanya memiliki sedikit wahana permainan. Di sana hanya ada perosotan yang terbuat dari semen dan beberapa mainan lain.

Foto: Anak-anak TKQ Pebeudoh Adat.sedang bermain. @M. Fajarli Iqbal

TKQ rintisan Nurlaila ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 2001 lalu. Di tengah kekurangannya itu, ia tetap berbagi keceriaan dan pengetahuan bersama anak-anak tersebut. Bagi dia, anak-anak adalah generasi muda yang harus diberi pengetahuan sejak dini.

“TKQ ini sudah berdiri sejak tahun 2001 lalu dan sudah menghasilkan banyak lulusan,” ucap Nurlaila sembari menyodorkan album foto lama yang ia simpan dengan baik.

Menurut Nurlaila bantuan untuk pendidikan anak jarang diberikan oleh pemerintah. Walaupun mendapat bantuan namun jumlahnya sangat sedikit.

“Bantuan ada setiap tahun, namun sangat sedikit,” ucapnya saat mengobrol dengan portalsatu.com di sela-sela kesibukannya mengajari anak-anak tersebut.

Ia juga mengatakan bahwa TK yang ia rintis tetsebut telah banyak menghasilkan lulusan terbaik dan rata-rata selalu mendapatkan juara saat mengikuti kompetisi.

“Mereka pernah juara menari, mewarnai dan lomba-lomba lainnya tak hanya di tingkat kabupaten tapi juga tingkat daerah propinsi,” ucapnya.

Walaupun hanya berbekal ruangan tengah rumahnya dan tenaga pengajar yang hanya berjumlah tiga orang, Nurlaila selalu memberikan dedikasi penuh terhadap anak-anak didiknya tetsebut. Ia sangat menginginkan sebuat tempat yang layak bagi anak-anak ini merajut mimpi.

“Menyoe na saboh ruangan ke awak nyoe dengan peralatan kursi dan meja yang memadai,” ucap Nurlaila.[](tyb)

ADI GONDRONG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar