SIGLI – Berbicara tentang kemerataan pendidikan sepertinya menjadi topik yang selalu hangat untuk dibahas. Pasalnya hampir satu abad Indonesia merdeka, baik pendidikan maupun pembangunan selalu mengalami ketidakmerataan di negri ini.
Namun di tengah kasak-kusuk ketidakmerataan sistem selalu terdapat secercah cahaya harapan. Potensi itu selalu terlihat pada generasi muda yakni anak-anak.
Di sebuah gampong tepatnya Gampong Leupeum Mesjid, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, terdapat sebuah Taman Kanak-kanak Quran (TKQ) yang selalu ramai dengan suara anak yang haus akan ilmu pengetahuan. Walau hanya beralaskan lantai semen, anak-anak itu terlihat tekun memegang pensil dan menulis beberapa abjab di buku yang sudah lusuh.
Dari pekarangan kita sudah disuguhkan dengan pemandangan halaman yang dilapisi kerikil. Berbeda dengan TK di kota besar, halaman institusi pedidikan anak ini hanya memiliki sedikit wahana permainan. Di sana hanya ada perosotan yang terbuat dari semen dan beberapa mainan lain.
Foto: Anak-anak TKQ Pebeudoh Adat.sedang bermain. @M. Fajarli Iqbal
TKQ rintisan Nurlaila ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 2001 lalu. Di tengah kekurangannya itu, ia tetap berbagi keceriaan dan pengetahuan bersama anak-anak tersebut. Bagi dia, anak-anak adalah generasi muda yang harus diberi pengetahuan sejak dini.