BANDA ACEH – Menyambut Indonesia Clean Up Day yang akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, besok (8/10/2017), Forum Kolaborasi Komunitas (FKK) bersama Museum Tsunami Aceh akan menanam 200 pohon dalam kegiatan tersebut.
Koordinator Museum Tsunami Aceh, Almuniza Kamal, SSTP., M.Si., mengatakan, kegiatan tersebut merupakan gerakan awal dari rencana penanaman 13.000 pohon yang akan dilanjutkan secara berkala hingga 26 Desember 2017 dalam rangka memperingati 13 Tahun Tsunami Aceh. Kolaborasi kegiatan ini melibatkan BPDAS Krueng Aceh, TAGANA Dinsos Aceh, DLH3 Banda Aceh, Manajemen Museum Tsunami Aceh, dan Kolaboari Komunitas yang tergabung dalam FKK.
Relawan FKK insyaallah siap 150 orang dalam ICUD sekaligus penanaman pohon, 50 relawan TAGANA siap terjun menyiapkan dapur umum sekaligus penanaman pohon, dan 12 anggota DLH3 Banda Aceh siap memasang tanda dan mengawal cara tanam di lokasi, ungkap Almuniza.
Mulyadi Gunawan, panitia ICUD mengatakan, relawan dan komunitas dijadwalkan akan berkumpul di Museum Tsunami Aceh pukul 07.00 WIB yang selanjutnya akan melakukan aksi clean up dan penanaman pohon di Museum Tsunami Aceh. Setelah aksi, akan ada diskusi bersama Pemprov/DLHK Aceh dan Pemkot/DLHK3 mengenai pengelolaan sampah untuk aksi Jambore Bebas Sampah 2017.
Kemudian seluruh kegiatan akan ditutup dengan makan siang Kuah Belangong bersama di Museum Tsunami Aceh tambah Mulyadi.
Kabid Banjamsos Dinsos Aceh, Abdussalam S.Sos.,M.Si, mengatakan, lima puluh anggotanya dikerahkan untuk menyiapkan Dapur Umum dan Penanaman pohon.
“Kita harapkan partisipasi seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan ini, kata Abdussalam dalam briefing ICUD dan penanaman pohon (7/10) bersama manajemen Museum Tsunami Aceh dan relawan dari beberapa komunitas Aceh.
Kepala Bidang Taman, DLHK3 Kota Banda Aceh, Sabri Amanaf, yang sudah mengerahkan 12 anggotanya sore tadi (7/10), mengatakan, beberapa titik penanaman sudah mulai ditandai untuk kegiatan besok.
“Akan ada dua lokasi penanaman untuk besok. Satu lokasi di area Museum Tsunami Aceh, dan satunya di Gampong Jawa Ulee Lheue, katanya.[] (rel)