TERKINI
SPORT

2.000 Binatang Diawetkan di Rahmat Gallery Medan

MEDAN - Bila Anda berkunjung ke Kota Medan, apalagi bersama keluarga jangan lupa mampir ke Rahmat International Wildlife Museum & Gallery, di Jalan Letjen S Parman…

LIPUTAN6 Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 4 menit
SUDAH DIBACA 3.3K×

MEDAN – Bila Anda berkunjung ke Kota Medan, apalagi bersama keluarga jangan lupa mampir ke Rahmat International Wildlife Museum & Gallery, di Jalan Letjen S Parman No 309, MedanSumut.

Di tempat ini, Anda bisa melihat koleksi berbagai jenis binatang yang sudah diawetkan. Namun jangan salah sangka, binatang yang diawetkan ini adalah bintang yang sudah mati, yang awalnya hasil buruan yang dilegalkan, dan hasil sumbangan lembaga, serta dari rekan Rahmat Syah selaku pemilik galeri tersebut.

Di Rahmat Gallery ini pengunjung bisa melihat koleksi lebih dari 2.000-an satwa dari berbagai belahan dunia. Museum ini merupakan pertama di Asia Tenggara, dan terbilang lengkap.

Berbagai hewan dari penjuru dunia bisa ditemui di museum dan galeri ini. Mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar, dan mulai dari yang biasa kita lihat hingga yang belum pernah ditemui.

Ada berbagai jenis burung, hewan mamalia, hewan khas Indonesia, hewan khas Afrika, Kambing Gunung, Komodo, dan berbagai jenis satwa lain ada di sini.

Oleh karena itu banyak keluarga dan sekolah datang membawa anak-anak mereka untuk mengenalkan berbagai jenis satwa.

Manager Rahmat Museum dan Gallery, Nelly, menuturkan museum dan galeri ini menyimpan beragam koleksi mengagumkan yang terdiri dari berbagai binatang liar yang diawetkan, yang berasal dari hasil buruan di berbagai tempat di seluruh penjuru dunia.

“Sekitar 2.000-an lebih binatang, besar dan kecil, ditata dengan amat artistik dan elegan sesuai dengan habitat mereka di dalam ruangan-ruangan berpendingin penuh

Rahmat International Wildlife Museum & Gallery, merupakan galeri satwa liar pertama di Asia Tenggara.

Pemiliknya adalah Rahmat Shah, seorang pengusaha dan pemburu profesional yang juga ayah dari artis Ralin Shah.

Rahmat adalah orang Indonesia pertama yang menerima penghargaan dan pengakuan internasional seperti The Big Five Grand Slam Awards dan World Hunting Awards.

Jika berkunjung ke sana, Anda cukup merogoh kocek Rp 32.000 per orang untuk bisa melihat seluruh koleksi dan mendengarkan panduan, serta penjelasan asal dan karakter binatang dari guide. Khusus pelajar ada diskon hingga 50 Persen.

Saat memasuki museum ini, pertama yang bisa kita lihat adalah koleksi berbagai macam burung yang diletakan dalam sebuah kelompok yang disebut Pheasants of the world.

Ada pula koleksi menarik yang diberi judul The African Big Five, atau lima binatang besar asal Afrika. yang terdiri dari Banteng, Gajah, Cheetah, White Rhino dan Singa.

Koleksi The African Big Five menjadi salah satu pajangan mengesankan di museum ini. Cheetah tidak hidup di Indonesia, dan White Rhino kemungkinan besar juga tidak ada.

Kemudian Kambing Gunung dengan tanduk melengkung berada dalam koleksi kelompok The Goats of Mountain.

Penataan berbagai koleksi binatang disesuaikan dengan habitatnya, asli, dan dalam kondisi sangat baik.

Berbagai jenis binatang kucing, baik yang berukuran kecil maupun besar, ada dalam koleksi Cats of the World.

Pada ruangan lain Anda juga dapat melihat koleksi The Night Safari yang ditata seperti tengah melihat kehidupan hewan di hutan pada malam hari.

Di ruangan ini Anda bisa melihat binatang dengan suasana alam, ruangan didesain khusus seperti berada di hutan dan pencahayaan yang remang seperti malam hari.

Binatang juga tidak diklasifikasikan alias terpajang bak sedang berada di hutan secara bebas, di dalam ruangan itu.

Pengunjung juga akan mendengar backsound aneka suara binatang. Ini seakan membawa kita ke alam binatang di malam hari. 

Nelly menuturkan, sebagian besar binatang yang disimpan di Rahmat International Wildlife Museum & Gallery dikumpulkan oleh Rahmat Shah dari kegiatan berburu resminya, dengan memakai konsep standar dunia conservation by utilization.

Standar tersebut untuk pencegahan terhadap kepunahan dan untuk peningkatan populasi satwa liar di habitat mereka yang asli.

Rahmat International Wildlife Museum & Gallery juga dilengkapi perpustakaan jenis satwa dan habitatnya dari berbagai negara, Gift Shop cindera mata, Hunters Cafe dengan Audio Visual tentang perburuan konservasi, Studio Photo dengan fotografer profesional, dan Multi Function Room.

Di lantai tiga, Anda yang menyukai olahraga dan film juga akan dibuat takjub dengan koleksi foto atlet internasional beserta tanda tangannya.

Baju pemain bola internasional yang juga sudah ditandatangani seperti Ronaldo dan rekan timnya juga ada.

Selain itu, ada juga koleksi piringan hitam lagu pemusik internasional seperti Michael Jackson dan lain-lain. Kemudian sarung tinju beserta tanda tangan Muhammad Ali dan Mike Tyson, serta koleksi dari atlet lainnya.

Seorang pengunjung, Nadia Alna mengatakan baru pertama kali mengunjungi Museum Rahmat dan puas dengan keanekaragaman koleksi museum. Bahkan menurutnya koleksinya lebih lengkap dibandingkan yang berada di kebun binatang.

“Pelancong lokal maupun mancanegara tidak boleh melewatkan Museum Rahmat, karena memberikan pengetahuan tentang keanekaragaman binatang dari segala penjuru dunia,” katanya.[]Sumber:Tribun Medan/Silfa Humairah/Tribunnews.com

LIPUTAN6
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar