TERKINI
TRAVEL

18 Tahun Tragedi Simpang KKA BEM Unimal: Mereka Butuh Tanggung Jawab Pemerintah

LHOKSUKON – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, meminta Pemerintah Aceh membantu pendidikan anak-anak korban Tragedi Simpang PT.KKA. Meski sudah 18 tahun berlalu,…

LIPUTAN6 Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 589×

LHOKSUKON – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal)

Lhokseumawe, meminta Pemerintah Aceh membantu pendidikan anak-anak
korban Tragedi Simpang PT.KKA. Meski sudah 18 tahun berlalu, tragedi
itu masih membekas di ingatan. Apalagi, kata Wakil Ketua BEM Unimal,
Jalaluddin, hingga kini pemerintah masih mengabaikan dan belum
memenuhi hak-hak korban.

“Kami mengharapkan perhatian Pemerintah Aceh untuk para korban dan
keluarga yang ditinggalkan, dalam kasus pelanggaran HAM di Simpang
KKA, 18 tahun silam. Banyak anak menjadi yatim dan istri menjadi
janda,” ujar Jalaluddin, kepada portalsatu.com, Kamis, 4 Mei 2017.

Saat ini, kata Jalaluddin, hidup para keluarga korban masih serba
kekurangan. “Anak-anak putus sekolah, ibu yang menjanda hanya
berjualan di sekolah-sekolah dengan penghasilan alakadar. Para pemuda
yang selamat dari tragedi berdarah itu juga banyak yang menjadi
pengangguran. Mereka cacat akibat tragedi pelanggaran HAM itu,”
ucapnya lagi.

Di sini, tambahnya, bukan uang yang mereka butuhkan, tapi tanggung
jawab untuk kelangsungan pendidikan anak-anak, pekerjaan yang layak
dan kesejahteraan untuk kehidupan mereka.

“Kami minta pemerintah melakukan pemberdayaan yang serius terhadap
mereka,  bukan hanya menaruh janji kepada para korban.  Karana  tanpa
ada kejadian,  peperangan,  tumpah darah,  dan penyelewengan HAM, maka
para wakil rakyat  tidak akan pernah bisa duduk di bangku pejabat.
Mereka itu korban,” pungkas Jalaluddin. []

LIPUTAN6
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar